Umat Islam Bersatu

sumber: detikperistiwa.com

Oleh M Syahrul Zaky Romadhoni

Bermula di Kepulauan Seribu

Dua puluh tujuh September dua ribu enam belas, Basuki Tjahaya Purnama, Gubernur Ibu Kota Jakarta, mengunjungi Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dalam kunjungan dinas tersebut, Ahok, panggilan akrab Basuki, meninjau program pemberdayaan budidaya ikan kerapu. Dalam sambutannya, Ahok membeberkan beberapa program yang telah dia lakukan selama menjabat sebagai gubernur. Namun sayangnya, di sela-sela pidatonya, Ahok ujug-ujug menyentil Q.S. Al-Maidah 51 yang dia klaim digunakan sebagai alat kebohongan oleh sebagian umat Islam yang tidak suka akan kepemimpinannya di Jakarta.

Pada awalnya tidak ada yang mempermasalahkan pernyataan Ahok tersebut. Namun ketika video pidato diunggah ke saluran Youtube pemerintah DKI barulah kontroversi itu datang. Beberapa netizen termasuk Buni Yani, seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, memposting ulang penggalan video tersebut dalam akun media sosialnya. Buni Yani menuliskan transkrip dari pernyataan Ahok dan memberikan judul untuk postingannya “Penistaan terhadap Agama?”

Continue reading “Umat Islam Bersatu”

Peradaban Maju, Peradaban Buku

syaariati

Oleh, M. Syahrul Zaky Romadhoni

Buku secara nyata memiliki peran sangat penting dalam membangun dan merawat peradaban. Buku menjadi penghantar efektif penyebaran ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat. Dengan buku juga, tingkat literasi dan intelektualitas masyarakat menjadi meningkat sehingga berkontribusi positif dalam membangun peradaban yang maju. Tanpa buku, masyarakat akan tertinggal karena terkungkung oleh mitos-mitos mistis yang jauh dari kebenaran.

Dr. Ali Syari’ati, sosiolog Iran ternama, menyatakan bahwa sebuah peradaban akan lahir dan runtuh secara bergantian dari satu tempat ke tempat lain. Kita mengenal peradaban Mesir kuno yang sangat hebat, namun seiring dengan berjalannya waktu, peradaban ini punah dan “hanya” meninggalkan Piramida dan Sphinx yang sangat menakjubkan. Jika anda mengunjungi situs bersejarah tersebut, anda bisa membayangkan betapa majunya peradaban ini pada masanya. Menurut catatan sejarah, masyarakat Mesir adalah bangsa pertama yang menemukan tulisan. Lalu, bila anda menengok belahan dunia lain, anda akan menemukan sebuah peradaban besar lain yaitu Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dan Tigris. Namun kini peradaban tersebut seakan hilang tak berbekas ditelan derasnya zaman.

Continue reading “Peradaban Maju, Peradaban Buku”

Kontra Hidup Egois

Ilustrasi
Ilustrasi

Sesaat ketika kita lahir ke dunia, suara azan menggema. Orang tua pun menyambut sang bayi dengan penuh suka cita. Bayi yang sudah mereka tunggu selama kurang lebih sembilan bulan akhirnya keluar batang hidungnya. “Selamat datang ke dunia ini, nak,” mungkin ucapan itu yang terbersit dalam bibir orang tua kita.

 

Masa kecil kita lalui dengan penuh canda dan tawa; bermain tanpa beban dengan teman-teman sebaya. Saat menginjak umur lima, kita mengenal dunia sekolah. Di sana kita mendapatkan doktrin-doktrin normatifsupaya giat belajar; agar bisa menjadi orang sukses, mendapatkan apa yang kita cita-citakan.

Continue reading “Kontra Hidup Egois”

Menebar Virus Kepahlawanan

guru-mengajar

Oleh, M. Syahrul Z. Romadhoni

November 1945. Kala itu pemerintah kolonial Belanda hendak mencengkramkan kekuasaannya kembali di Indonesia pasca kalahnya Jepang dalam perang dunia kedua. Namun, untuk mengelabui rakyat Indonesia mereka menumpang pasukan sekutu yang dikomandoi Inggris dengan misi melucuti senjata Jepang yang kalah perang. Masyarakat Indonesia, yang tahu muslihat ini, bereaksi segera dengan menguasai gudang persenjataan milik Jepang, dan merebut senjata-senjata yang ada untuk memperkuat milisi republik.

Continue reading “Menebar Virus Kepahlawanan”

Memaknai Kemenangan Umat Islam

kesatuan tubuh

@syahruzzaky

Bulan Syawal telah meninggalkan kita, namun gemanya nampak masih terngiang dalam ingatan. Keceriaan dan kegembiraan dalam alunan takbir menggema di seluruh penjuru negeri; tua, muda, pria, wanita, kaya dan miskin tumpah ruah menjadi satu. Ya, umat Islam merayakan “kemenangannya” dalam perayaan Idul Fitri.

Sejatinya, makna Idul Fitri adalah diperbolehkannya umat Islam untuk makan dan minum di siang hari setelah Allah melarangnya selama bulan Ramadhan. Prof. Dr. Musthofa Ali Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, menyatakan bahwa ‘ied’ bermakna kembali dan ‘fitr’ berarti buka. Artinya, umat Islam diperkenankan kembali untuk mencicipi makanan di siang hari. Maka wajar, apabila perayaan Idul Fitri di seluruh dunia identik dengan makanan khas daerahnya masing-masing.

Continue reading “Memaknai Kemenangan Umat Islam”