Menebar Virus Kepahlawanan

guru-mengajar

Oleh, M. Syahrul Z. Romadhoni

November 1945. Kala itu pemerintah kolonial Belanda hendak mencengkramkan kekuasaannya kembali di Indonesia pasca kalahnya Jepang dalam perang dunia kedua. Namun, untuk mengelabui rakyat Indonesia mereka menumpang pasukan sekutu yang dikomandoi Inggris dengan misi melucuti senjata Jepang yang kalah perang. Masyarakat Indonesia, yang tahu muslihat ini, bereaksi segera dengan menguasai gudang persenjataan milik Jepang, dan merebut senjata-senjata yang ada untuk memperkuat milisi republik.

(more…)

Memaknai Kemenangan Umat Islam

kesatuan tubuh

@syahruzzaky

Bulan Syawal telah meninggalkan kita, namun gemanya nampak masih terngiang dalam ingatan. Keceriaan dan kegembiraan dalam alunan takbir menggema di seluruh penjuru negeri; tua, muda, pria, wanita, kaya dan miskin tumpah ruah menjadi satu. Ya, umat Islam merayakan “kemenangannya” dalam perayaan Idul Fitri.

Sejatinya, makna Idul Fitri adalah diperbolehkannya umat Islam untuk makan dan minum di siang hari setelah Allah melarangnya selama bulan Ramadhan. Prof. Dr. Musthofa Ali Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, menyatakan bahwa ‘ied’ bermakna kembali dan ‘fitr’ berarti buka. Artinya, umat Islam diperkenankan kembali untuk mencicipi makanan di siang hari. Maka wajar, apabila perayaan Idul Fitri di seluruh dunia identik dengan makanan khas daerahnya masing-masing.

(more…)

Urgensi Pendidikan al-Quran

muslim-teacher-3bpblogspotcom

M. Syahrul Zaky Romadhoni

Tahun 2011 lalu, LSI bekerjasama dengan Goethoe Institut dan The Friedrich Naumann Foundation for Freedom melakukan survei yang bertajuk “Tata Nilai, Impian, Cita-cita Pemuda Muslim di Asia Tenggara.” Seperti yang dikutip dari Kompas.com, survei ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan beragama dan perilaku kaum muda Islam Indonesia. Survei ini menanyakan identitas diri, pelaksanaan ritual shalat lima waktu, puasa, baca al-Quran, dan hal-hal yang berkaitan dengan sentimen keagamaan.

(more…)

Bikini Party dan Tantangan Revolusi Mental

sumber: tempo.co

sumber: tempo.co

Oleh: Muhammad Syahruzzaky*

Tepat enam bulan sudah Jokowi menempati singgasana kepresidenan negeri ini. Beragam respon muncul dari publik melihat sepak terjang beliau; ada yang puas, ada yang kurang puas tapi tetap optimis dan mendoakannya, namun tidak sedikit juga yang mencemooh. Lucunya, kelompok terakhir justru kebanyakan berasal dari orang-orang yang dulu menyerukan dan menggiring masyarakat untuk memilih beliau. Mereka kecewa karena Presiden Jokowi belum mampu memenuhi ekspektasi besar yang membuncah terhadap sang “Satrio Piningit”.

(more…)

Menimbang Ujian Nasional 2015

pendidikan islam

Klik di sini untuk download versi pdf.

Oleh, Muhammad Syahruzzaky*

 

Introduksi

Akhirnya, kabar gembira itu datang untuk siswa-siswa akhir SMA di Indonesia tahun ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menghapus kebijakan yang mensyaratkan lulus UN sebagai syarat kelulusan. Merujuk pada PP No. 13 tahun 2015 tentang UN 2015, syarat kelulusan siswa meliputi 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran, 2) memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan 3) lulus dalam ujian tingkat satuan pendidikan. Kebijakan ini tentunya mendapatkan respon positif dari berbagai pihak, terutama para aktivis pendidikan yang selama ini menentang UN sebagai syarat kelulusan siswa.

(more…)