Beberapa Pemikiran tentang Pengembangan IKPC*

dsc_0375

Oleh: M. Syahruzzaky Romadloni

Merupakan suatu kebahagiaan yang mendalam bagi saya bisa duduk dan bertukar pikiran bersama keluarga besar alumni Pondok Pesantren Riyadlul-‘Ulum Wadda’wah Condong. Dalam kesempatan yang sangat mulia ini, izinkan saya, sebagai perwakilan dari pesantren, untuk mengemukakan beberapa pemikiran tentang pemberdayaan alumni dalam wadah Ikatan Keluarga Pesantren Condong (IKPC).

Pendahuluan

Ikatan Keluarga Pesantren Condong memiliki peran yang signifikan dalam ranah pengembangan Pondok Pesantren Condong di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Keberadaannya tidak dapat kita pisahkan seiring dengan perkembangan pesantren yang sangat pesat. Suatu pondok akan maju jika memiliki jaringan ikatan alumni yang kuat dan bersama-sama berjuang untuk memajukan pondok. Begitupun juga, apabila IKPC memiliki struktur organisasi yang kuat, maka itu adalah asset pondok yang sangat berharga dalam hal pengembangan pondok ke depan.

Sebelum melangkah lebih jauh kepada peran fungsi IKPC, alangkah lebih baik apabila saya mengupas terlebih dahulu tentang makna filosofis Ikatan Keluarga Pesantren Condong.

Mengapa organisasi ini memiliki nama Ikatan Keluarga bukan Ikatan Alumni atau nama sejenisnya? Hal ini mengandung makna dan nilai-nilai tersendiri.

Kita ingin alumni pesantren Condong tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Riyadlul-‘Ulum Wadda’wah meskipun secara lahiriah mereka terpisahkan dengan jarak dan waktu. Ikatan batin antara Kyai/Ustadz Condong dan alumni akan senantiasa mengikat mereka dalam suasana kekeluargaan yang erat. Kedua belah pihak saling mengisi untuk kemajuan bersama. Hal-hal ini mengandung beberapa konsekuensi.

Meskipun menyandang gelar ‘alumni’, para alumni akan tetap menjadi santri yang istiqomah dalam menuntut ilmu dan menjalankan sunnah-sunnah pondok di manapun mereka berada. Pembelajaran di Condong tidak berhenti seiring dengan selesainya masa studi mereka di pondok, akan tetapi tetap berlangsung sepanjang mereka masih bernafas di dunia. Nilai-nilai dan ajaran dari kyai senantiasa membimbing mereka dalam menjalankan roda-roda kehidupan di kehidupan sehari-hari.

Proses pembelajaran dan penyerapan nilai-nilai pesantren yang tak pernah berhenti terkejawantahkan dalam sikap dan prilaku alumni dalam kehidupan sehari-hari. Mereka akan tetap menggali khazanah-khazanah intelektual para ulama shaleh masa lalu dan menghadirkannya secara kontekstual di masa kini. Kegiatan-kegiatan spiritual yang selama ini biasa mereka lakukan di pondok, akan tetap mereka biasakan di manapun mereka berada seperti: mendawamkan membaca dan memahami al-Quran, riyadloh, shalat tahajjud, shalat Dhuha, membaca surat al-Kahfi tiap Jumat pagi dan yang lainnya. Walhasil, mereka akan tetap nyantri apapun dan bagaimanapun profesi yang mereka geluti kelak.

Sebagai keluarga besar, kyai, santri dan alumni Condong akan senantiasa mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Para alumni Condong akan tetap memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan pondok baik itu berbentuk pemikiran maupun tindakan nyata. Mereka tidak akan kenal lelah untuk berjuang memajukan pondok li’lai kalimatillah.

Dalam tataran implementasi, alumni Condong akan secara proaktif memberikan saran-saran konstruktif bagi kemajuan pondok. Pertemuan-pertemuan yang digagas oleh IKPC hendaknya memberikan rekomendasi-rekomendasi bagi pihak pengelola pesantren yang akan menjadikan proses pendidikan dan pengajaran di pondok semakin baik dari hari-kehari. Tentunya, rekomendasi ini harus dibuat sehalus dan sebaik mungkin dan tidak berisi kritikan pedas destruktif yang membahayakan hubungan antara kyai dan alumninya.

Selain memberikan saran konstruktif, para alumni juga akan senantiasa tergerak untuk memberikan sumbangsih berupa tindakan nyata bagi kemajuan pondok sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya masing-masing. Alumni yang seorang sarjana arsitektur misalnya, akan membantu pondok dalam hal pembuatan grand design tata letak pesantren tanpa harus membandrol harga mahal. Atau alumni yang sarjana teknologi informasi akan dengan sukarela membuatkan program pengarsipan berbasis teknologi informasi demi kemajuan pesantren. Dan tindakan nyata lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dapat membawa pesantren ke arah yang lebih baik.

Itulah keluarga. Di saat yang satu berbahagia, maka yang lainnya pun ikut bahagia. Di saat yang satu dirundung masalah, maka yang lainnya ikut memberikan solusi untuk memecahkannya.

Pengembangan IKPC

Sekarang, mari kita berbicara tentang pengembangan IKPC ke depan.

Sebuah institusi yang besar bermula dari pandangan dan cita-cita (visi) yang besar pula. Visi organisasi yang jelas akan membimbing setiap anggota di dalamnya untuk berusaha sekuat tenaga mewujudkan visi yang telah mereka jabarkan bersama berbentuk misi dan program yang jelas pula.

Dalam menjabarkan visinya, Pondok Pesantren Riyadlul-‘Ulum Wadda’wah Condong setidaknya telah membentuk tiga ranah pengembangan pondok pesantren ke depan yaitu bidang pendidikan, ekonomi dan dakwah. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kutipan salah satu bab dari buku ‘Selayang Pandang Pondok Pesantren Condong’. Tentunya peran alumni sungguh tidak akan terelakan dalam program pengembangan ini, mengingat begitu besar kontribusi yang mereka berikan bagi pondok.

Salah satu ranah pengembangan yang dicanangkan oleh Pondok Pesantren Condong adalah bidang pendidikan. Dalam hal ini pondok akan senantiasa meningkatkan pelayanan pendidikan baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara kualitas, pondok memiliki beberapa program yang menyangkut peningkatan kompetensi tenaga kependidikan, pelayanan maksimal kepada peserta didik, melengkapi fasilitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru dan lain sebagainya. Secara kuantitas ada kemungkinan pesantren mengembangkan ekpansi pendidikannya dengan membuka pesantren-pesantren cabang yang memiliki nilai, falsafah, dan sistem yang sama dengan pusatnya.

Peranan alumni dalam ranah pengembangan bidang pendidikan sangatlah urgen dan memiliki peran yang sangat strategis. Selama ini program-program unggulan pesantren selalu terkendala karena sebagian besar guru di Condong adalah non-alumni yang belum memiliki ruh dan nilai-nilai perjuangan kepesantrenan. Maka tentunya, ke depan, kita akan sangat mengharapkan bahwa para alumni yang melanjutkan studi di mana pun dapat kembali ke pondok untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Selain itu, pengembangan bidang pendidikan dengan membuka pesantren-pesantren cabang akan sangat membutuhkan tenaga alumni yang berdedikasi tinggi dan memiliki semangat juang dalam menegakkan kalimat Allah.

Selain bidang pendidikan, pondok juga berekspansi dalam ranah ekonomi sebagai usaha untuk tetap menjadikan Condong sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan independen. Unit-unit usaha pondok ini akan mensubsidi kegiatan-kegiatan kepesantrenan sehingga biaya pendidikan tidak sepenuhnya dibebankan kepada orang tua murid tanpa harus mengabaikan aspek kualitas.

Dalam hal pengembangan bidang ekonomi, alumni dapat berperan sebagai manajer di unit-unit usaha yang dimiliki oleh pondok. Kesamaan perspepsi dan nilai-niai perjuangan diharapkan akan memajukan ekspansi dalam bidang ini. Selain itu, alumni yang tidak bisa ikut berkecimpung dari dalam pondok bisa membentuk Jaringan Pengusaha Alumni Condong yang menjadi wadah bagi mereka untuk berjuang dan berdakwah dalam bidang wirausaha.

Yang terakhir, Pesantren Condong memiliki rencana jangka panjang dalam ranah dakwah islamiyah di kalangan masyarakat. Kebijakan ini adalah salah satu implementasi dari cita-cita pesantren dalam rangka menyejahterakan masyarakat melalui program-program pemberdayaan berbasis komunitas (community based empowerment). Tentunya pemberdayaan ini mencakup ranah spiritual maupun material. Dalam ranah spiritual, program ini membidik peningkatan ubudiyah masyarakat dan membawa mereka semakin dekat dengan Allah. Dalam ranah material, program ini berusaha untuk menyejahterakan mereka baik itu dengan membuka lapangan pekerjaan, memberikan pelatihan wirausaha dan lain sebagainya. Kedua strategi di atas diharapakan dapat membawa masyarakat makmur baik secara lahir maupun batin. Tentunya, alumni sangat berperan dalam bidang ini karena mereka akan berada pada garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita dakwah islamiyah di kalangan masyarakat luas.

Strategi Jangka Pendek

Gambaran IKPC ke depan harus kita mulai dengan strategi-strategi jangka pendek. Dalam tulisan singkat ini, saya ingin memberikan beberapa saran untuk pengembanga IKPC jangka pendek dan menengah.

Pertama, IKPC harus memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang jelas. Strategi ini sangat penting karena akan menentukan bentuk dan struktur dari organisasi IKPC.

Kedua, hendaknya IKPC memiliki Program Kerja baik bulanan, semesteran, maupun tahunan yang merupakan penjabaran dari AD/ART organisasi. Proker sangat penting karena tanpanya organisasi ini hanya sebatas nama.

Ketiga, IKPC mempunyai agenda Musyawarah Nasional atau Silaturahmi Nasional secara berkala untuk mengupgrade kepengurusan IKPC dan pemberian rekomendasi bagi pesantren. Acara ini bisa berlangsung setahun sekali, dua tahun sekali, atau empat tahun sekali tergantung kesepakatan forum. Alangkah lebih baik apabila musyawarah ini dihadiri oleh pejabat setempat dalam rangka syiar pondok pesantren.

Keempat, memiliki media komunikasi yang efektif sehingga silaturrahim antar alumni bisa terus dilakukan tanpa dibatasi sekat ruang dan waktu. Media tersebut bisa berupa website, blog, facebook, twitter ataupun message center (jarkom SMS).

Kelima, pengurus harian hendaknya berdomisili di pesantren Condong untuk mengefektifkan komunikasi. Mereka harus memiliki kantor yang terletak di kampus Pesantren Condong sehingga roda organisasi bisa berjalan efektif di sana.

Keenam, membangun siltarrahim dengan alumni Condong terdahulu sebagai sesepuh kita. Hal ini penting untuk menguatkan roda organisasi.

Terakhir, saya harapkan IKPC dapat menjadi ajang sinergisitas dalam bentuk simbiosis mutualisme antara kyai dan santri-santrinya (alumni-alumninya). Dan yang lebih penting para alumni yang tergabung dalam wadah IKPC harus membuang jauh-jauh ambisi pribadi dan mengedepankan kemajuan pondok untuk kepentingan bersama. Dengan ini Ikatan Alumni Pesantren Condong akan  berkembang menjadi organsasi yang kuat dan bermanfaat baik bagi pesantren maupun anggotanya. Amin.

*Disampaikan pada rapat terbatas Ikatan Keluarga Pesantren Condong, Ahad, 4 September 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s